HPL vs Cat Duco vs Melamik: Panduan Memilih Finishing Custom Furniture
Panduan memilih jenis finishing custom furniture berdasarkan fungsi ruang, ketahanan gores, kelembaban, serta kemudahan perawatannya.
Ditulis oleh Tim Teknis SAVOY•Diperbarui •7 menit baca
Bagikan:
Finishing adalah satu-satunya bagian furnitur yang benar-benar tersentuh setiap hari - tangan yang membuka pintu, kuku yang menggores tanpa sengaja, panci panas yang diletakkan sekilas. Memilih finishing bukan soal selera warna saja, tapi soal seberapa tahan permukaan itu terhadap kebiasaan harian rumah Anda sendiri.
Finishing cat duco semi-klasik dengan profil pintu melengkung elegan tanpa sambungan tepian.
Salah Pasang Finishing, Ini Akibatnya
Cat duco tanpa lapisan pelindung di dapur basah - cipratan minyak dan kunyit meresap ke pori cat matte murah dan meninggalkan noda kuning yang tidak hilang lagi.
HPL murah dengan sambungan tepi kasar - garis sambungannya terlihat jelas dan tajam saat lengan tidak sengaja tergores.
Melamik di area lembap - lapisannya rentan memutih (milky stain) kalau sering kena uap air panas.
Cocokkan Finishing dengan Fungsi Ruangnya, Bukan Sebaliknya
HPL (High Pressure Laminate) paling pas untuk kitchen set modern, meja kerja, dan kamar anak - tahan gores, tahan panas moderat, mudah dilap, dan motifnya konsisten dari lembar ke lembar.
Cat duco (polyurethane/NC) pilihan utama untuk pintu American Classic, Shaker style, atau warna pastel custom - disemprot menyeluruh sehingga tanpa garis sambungan edging sama sekali.
Melamik atau veneer kayu alami untuk yang menginginkan serat kayu asli pada backdrop TV, panel dinding, atau meja makan aksen.
Masih ragu menentukan pilihan?
Kirimkan kondisi ruangan Anda, kami bantu rekomendasikan yang paling masuk akal.